Begini Penerapan Pembelajaran HOTS Abad 21

anwarholil, 31 May 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Mardiyati, guru matematika SMPN 4 Sungai Apit Siak, Riau berbagi pengalamannya dalam menerapkan pembelajaran yang memfasilitasi siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS/higher order thinking skill). Hal itu disampaikan dalam acara Sharing Best Practice Program PINTAR yang dilaksanakan di Kemendikbud, Jakarta (28/5/2019).

“Saya dilatih Tanoto Foundation membuat lembar kerja (LK) yang berisi penugasan atau pertanyaan produktif, terbuka, dan imajinatif. Melalui LK tersebut, siswa didorong untuk membangun gagasannya sendiri, berpikir kreatif, dan berpikir alternatif untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran,” tukasnya.

LK tersebut diterapkan dalam pembelajaran aktif dengan unsur MIKiR atau mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi. Melalui MIKiR, siswa difasilitasi untuk melakukan kegiatan atau mengamati saat pembelajaran berlangsung. Mereka dibentuk dalam kelompok kecil untuk lebih banyak berinteraksi, berdiskusi, atau bekerja sama. Hasil karya, gagasan, atau pikiran siswa juga difasilitasi untuk dikomunikasikan atau dipresentasikan. Terakhir, melakukan kegiatan refleksi pembelajaran untuk melihat kembali pengalaman belajar dan mengambil pelajaran untuk lebih baik lagi ke depannya.      

“Saat saya mengajar tentang peyelesaian masalah yang terkait dengan perbandingan senilai atau skala,  saya tidak langsung memberikan konsep perbandingan senilai. Tetapi, saya meminta siswa melakukan praktik mengukur jarak di peta, melihat skala yang digunakan dalam peta, dan menentukan ukuran sebenarnya jarak pada peta. Darisitulah siswa bisa menemukan konsep perbandingan senilai. Setelah siswa memahami konsep, maka pemberian tugasnya lebih menantang untuk siswa lagi. Misalnya siswa ditugaskan membuat denah sekolah dengan menerapkan konsep perbandingan senilai,” kata Mardiyati memberikan contoh pembelajaran matematika yang dia ajarkan di kelas.

Pembelajaran HOTS yang diterapkan unsur pembelajaran aktif MIKiR menurut Mardiyati, membuat siswa lebih mudah memahami konsep pembelajaran, bahkan membantu mereka dalam mengerjakan soal UNBK (ujian nasional berbasis komputer).

“Biasanya guru-guru lebih banyak melatihkan soal-soal untuk menghadapi ujian nasional. Padahal dengan pembelajaran aktif, siswa menjadi lebih mudah memahami konsep dan mengerjakan soal UNBK. Dengan menerapkan pembelajaran aktif tersebut, pada saat yang sama, siswa dilatihkan memiliki keterampilan abad 21 yaitu berpikir kritis, memecahkan masalah secara kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik,” tukasnya.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu