Kasus Objek Wisata Perhutani Carita Berbuntut Panjang, Kuasa Hukum Investor Siap Ajukan Gugatan Hukum

INDONESIASATU.CO.ID:

 

Pandeglang, Banten,- Akibat ulah oknum pegawai Perum Perhutani Carita yang telah melakukan pemutusan kerjasama dan kesepakatan atas pegelolaan objek wisata dengan salah satu investor, berbuntut panjang. Kuasa hukum investor pengembang objek wisata perhutani carita, terdiri dari delapan orang pengacara senior di Wilayah Propinsi Banten, Jumat (16/11), bertempat di Kantor Hukum AM Munir & Rekan. Pertemuan itu tiada lain menindaklanjuti langkah hukum  penyelesaian permasalahan tersebut.

"Menyoal kasus itu, kami tentu akan mengambil upaya hukum. Insya Allah Senin besok, kami melayangkan surat ke Kementrian BUMN mengenai ulah para pejabat dilingkungan Perhutani Banten," tegas Misbakhul Munir, SH MH 

Dikatakan Munir, ada beberapa hal yang cukup serius dalam permasalahan itu, dimana perhutani seakan jadi icon dalam penentu sebuah kebijakan yang main hakim sendiri, tidak ada tenggang waktu, tidak ada konfirmasi terlebih dahulu, bahkan tidak ada kata kata akan dikembalikan kerugian terhadap pengusaha.

"Maka sudah sewajarnya jika kami dan tim bertindak tegas secara hukum untuk melaporkan ke pihak yang berwajib, jika perlu kami juga akan mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan pihak Perhutani agar penegak hukum melakukan tindakan penyitaan terhadap bangunan terperkara hingga adanya keputusan hukum tetap", jelasnya

Hal senada juga ditambahkan praktisi hukum lainnya, H Ahmad Sahra, kepada indonesiasatu.co.id mengatakan, semestinya kasus itu tidak terjadi apalagi sekelas BUMN. Karena sebenarnya mereka tahu apa yang harus dilakukan, merekakan BUMN lebih tahu cara- cara yang baik dan cakap menurut hukum apa yang harus dilakukan terhadap pengusaha yang sudah mempunyai perjanjian di awal kerja sama. 

"Semoga apa yang kami lakukan nanti bisa menjadi pelajaran bagi pihak - pihak yang berselisih dikemudian hari. Pengusaha juga agar lebih teliti berinvestasi. Harusnya kedua belah pihak jika telah menjalin kerjasama dan kesepakatan tentunya harus  saling menjaga sikap dan ketentuan diantara keduanya sesuai yang tertuang dalam perjanjian, agar terjadi kenyamanan dan sinergi diantara semua elemen khususnya pariwisata,"tegasnya

Sementara Kepala Tata Usaha (KTU) Perhutani H. Agus saat dikonfirmasi indonesiasatu.co.id via telphon selularnya, berharap bertemu langsung untuk penjelasan seputar masalah investor Tempat Wisata Alam (TWA) Perum Perhutani. "Berarti kita harus ketemu biar lebih jelas," imbuhnya melalui pesan WhatsAap (Hd/dhank)

  • Whatsapp

Index Berita