Pakaian Adat Meriahkan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110 di Purbalingga

INDONESIASATU.CO.ID:

PURBALINGGA - Kutai mengalami persentuhan budaya dengan masyarakat Bugis yang datang dan menetap di daerah pesisir. Akulturasi itu, antara lain, mewartakan adanya tradisi menenun yang ekspresinya sangat berlainan dengan yang telah dikenal oleh masyarakat asli Kalimantan Timur. Dan sejalan dengan luruhnya perbauran antar budaya terlahirlah beragam hasil tenunan yang menunjukkan keindahan tersendiri yang kemudian semakin memperkaya khasanah kain tenun Nusantara.

Seperti lazim berlaku pada setiap kelompok etnik manapun, berdasarkan fungsinya, jenis-jenis pakaian dapat dibedakan sebagai pakaian sehari-hari, pakaian kerja, pakaian bepergian, pakaian pesta/upacara adat, dan sebagainya. Masing-masing fungsi busana itu juga dapat dibedakan berdasarkan jenis kelamin, umur, dan status sosial pemakainya. (21/5)

Busana tradisional Kutai, sebagian diantaranya, dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa dan Melayu. Pakaian adat tradisional inilah yang hingga kini relatif masih bertahan dari pengaruh perkembangan mode busana. Dan di antara beragam pakaian adat atau busana upacara, salah satu yang paling kerap dijumpai adalah pakaian takwo dan baju kustim.

Pada kegiatan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke- 110 yang dilaksanakan terpusat di alun alun Kab. Purbalingga dengan Ispektur upacara Plt Gubernur Jawa Tengah Drs. H. Heru Sudjatmoko, MSi seluruh Forkompimda dan jajaran Pemerintah daerah Kab. Purbalingga mengenakan pakaian adat yang ada di seluruh wilayah Rebuplik Indonesia, tak terkecuali Dandim 0702/Purbalingga dengan pakaian khas dari daerah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

Dandim pada kegiatan tersebut menuturkan Indonesia adalah Negara Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Perwujudan semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dilakukan dengan cara hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa,agama,bahasa,adat istiadat, warna kulit dan salah satunya dengan perbedaan dalam hal berpakaian. Dari keaneka ragaman yang dimiliki menggambarkan Indonesia adah negara yang Kaya, Indonesia adalah negara yang besar dan kuat yang disatukan melalui Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai sebagai pandangan hidup bangsa, sebagai ideologi bangsa dan Negara, serta sabagai kepribadian bangsa, tutur Dandim 0702/Purbalingga. (Pendim 0702)

  • Whatsapp

Index Berita