Warim, Mampu Suply 2 Ton Ikan Asin Per Hari Ke Jakarta

INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Tingginya tingkat permintaan terhadap hasil produksi ikan asin, mengakibatkan perputaran permodalan juga semakin meninggi. Hal itu berefek pada modal dasar yang semakin menipis mengingat sistem pembayaran menggunakan semacam sistem konsinyasi atau lebih pada pembayaran tempo. Pembayaran sering dilakukan berkisaran seminggu hingga dua minggu setelah barang terkirim ketempat tujuan. Hal itu yang nampaknya juga menimpa pada Warim, pengusaha Ikan Asin asal Desa Larangan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

“ Tujuan pengiriman lebih banyak ke Jakarta,” Kata Warim pada Kantor Berita Online, Jurnalis Indonesia Satu (JIS), Selasa, (17/7) ketika ditemui ditempat kerjanya yang berlokasi di Pantai Larangan, Munjungagung, Desa larangan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Warim yang mempekerjakan 12 tenaga kerja lokal itu tidak bisa menghentikan produksi ikan asinnya selain seiring tingginya permintaan untuk pemenuhan kebutuhan warga Ibukota, juga modal yang terus berputar masih berada di konsumen atau pedagang di Jakarta. Menurutnya, dibutuhkan suntikan tambahan modal agar usaha produksi ikan asin tersebut tetap berlangsung dan lebih dapat ditingkatkan lagi.

“ Dalam sehari kita dapat memproduksi ikan asin basah sebanyak 4 ton dan menjadi ikan asin kering sebesar 2 ton dengan tujuan Jakarta,” Ujar Warim.

Proses produksi ikan asin yang berasal dari ikan kecil (Ikan Teri) segar itu selain dibersihkan, lalu dilanjutkan dengan proses penggaraman. Proses penggaraman ini sangat penting karena sifat garam yang dapat menghambat atau membunuh bakteri penyebab pembusukan pada ikan. Oleh karenanya kemurnian garam sangat menentukan. Garam yang digunakan tentunya garam dapurnya (NaCl) lebih dominan.

Penggaraman sendiri sebetulnya dapat menggunakan 3 (tiga) metode penggaraman. Penggaraman kering (Dry Salting) sebuah metode penggaraman dengan garam berbentuk kristal. Ikan ditaburi garam lalu disusun berlapis dimana setiap lapisan diselingi lapisan garam. Proses ini membutuhkan waktu pengeringan 12 – 24 jam. Ada juga penggaraman basah (Wet Salting) penggaraman yang menggunakan larutan garam sebagai media untuk merendam ikan. Ketiga, penggaraman Kench Salting sebuah proses yang mirip penggaraman kering namun bedanya ikan hanya ditumpuk dilantai atau menggunakan keranjang. Ikan jenis Teri ataupun Ninis, biasa didapatkan pada masakan seperti Baledo Kacang dan sejenisnya.

Kini Warim, pastinya menunggu suntikan tambahan permodalan dari instansi terkait pemerintah kabupaten Tegal, minimal dapat mempertahankan produksinya atau paling tidak untuk meningkatkan produksi ikan asinnya. Termasuk dibutuhkan peran pemerintah kabupaten Tegal dalam hal pemasaran untuk mengembangkan pasar ikan asin yang lebih meluas ke berbagai daerah di Indonesia.

Terobosan-terobosan pemerintah kabupaten Tegal baik dalam antisipasi cuaca maupun pemasaran sangat diharapkan. Sebab produksi ikan asin tidak lepas dari pengaruh baik buruknya cuaca. Ketika terjadi cuaca ekstrim dengan intensitas hujan tinggi, itu akan menurunkan produktifitas usaha terutama usaha yang membutuhkan cuaca kering seperti usaha produksi ikan asin. Ini perlu dilakukan terobosan untuk mengatasi cuaca kering agar produksi tetap terjaga. Karena hal tersebut berpengaruh terhadap pendapatan. (Anis Yahya / Foto : Untung Prasetyo)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita